Pengikut

About Me

Foto saya
Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Halo semuaaa. It's my first blog, dan saya harap bisa berbagi sedikit tentang segala sesuatu yang menurut saya menarik dan bermanfaat :) enjoy it!
Diberdayakan oleh Blogger.

Tampilkan postingan dengan label Tugas. Tampilkan semua postingan

Desain Grafis

Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin. Dalam disain grafis, teks juga dianggap gambar karena merupakan hasil abstraksi simbol-simbol yang bisa dibunyikan. disain grafis diterapkan dalam disain komunikasi dan fine art. Seperti jenis disain lainnya, disain grafis dapat merujuk kepada proses pembuatan, metoda merancang, produk yang dihasilkan (rancangan), atau pun disiplin ilmu yang digunakan (disain).
Seni disain grafis mencakup kemampuan kognitif dan keterampilan visual, termasuk di dalamnya tipografi, ilustrasi, fotografi, pengolahan gambar, dan tata letak.

Batasan Media
Desain grafis pada awalnya diterapkan untuk media-media statis, seperti buku, majalah, dan brosur. Sebagai tambahan, sejalan dengan perkembangan zaman, desain grafis juga diterapkan dalam media elektronik, yang sering kali disebut sebagai desain interaktif atau desain multimedia.
Batas dimensi pun telah berubah seiring perkembangan pemikiran tentang desain. Desain grafis bisa diterapkan menjadi sebuah desain lingkungan yang mencakup pengolahan ruang.

Prinsip dan unsur desain
Unsur dalam desain grafis sama seperti unsur dasar dalam disiplin desain lainnya. Unsur-unsur tersebut (termasuk shape, bentuk (form), tekstur, garis, ruang, dan warna) membentuk prinsip-prinsip dasar desain visual. Prinsip-prinsip tersebut, seperti keseimbangan (balance), ritme (rhythm), tekanan (emphasis), proporsi ("proportion") dan kesatuan (unity), kemudian membentuk aspek struktural komposisi yang lebih luas.
Peralatan desain grafis
Peralatan yang digunakan oleh desainer grafis adalah ide, akal, mata, tangan, alat gambar tangan, dan komputer. Sebuah konsep atau ide biasanya tidak dianggap sebagai sebuah desain sebelum direalisasikan atau dinyatakan dalam bentuk visual.
Pada pertengahan 1980, kedatangan desktop publishing serta pengenalan sejumlah aplikasi perangkat lunak grafis memperkenalkan satu generasi desainer pada manipulasi image dengan komputer dan penciptaan image 3D yang sebelumnya adalah merupakan kerja yang susah payah. Desain grafis dengan komputer memungkinkan perancang untuk melihat hasil dari tata letak atau perubahan tipografi dengan seketika tanpa menggunakan tinta atau pena, atau untuk mensimulasikan efek dari media tradisional tanpa perlu menuntut banyak ruang.
Seorang perancang grafis menggunakan sketsa untuk mengeksplorasi ide-ide yang kompleks secara cepat, dan selanjutnya ia memiliki kebebasan untuk memilih alat untuk menyelesaikannya, dengan tangan atau komputer.

Daftar Software Desain Grafis
Ada beberapa software yang digunakan dalam desain grafis:

Desktop publishing
• Adobe Photoshop
• Adobe Illustrator
• Adobe Indesign
• Page Maker
• Coreldraw
• GIMP
• Inkscape
• Adobe Freehand
• Adobe image ready
• CorelDraw

Webdesign
• Adobe Dreamweaver
• Microsoft Frontpage
• Notepad
• Adobe Photoshop
Audiovisual
• Adobe After Effect
• Adobe Premier
• Final Cut
• Adobe Flash, atau sebelumnya Macromedia Flash
• Ulead Video Studio
• Magic Movie Edit Pro
• Power Director

Rendering 3 Dimensi
• 3D StudioMax
• Maya
• AutoCad
• Google SketchUp
• Light Wave
• Blender


Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Desain_grafis
Tag : ,
SEJARAH DESAIN GRAFIS

A.1 Sejarah awal

Pelacakan perjalanan sejarah desain grafis dapat ditelusuri dari jejak peninggalan manusia dalam bentuk lambang-lambang grafis (sign & simbol) yang berwujud gambar (pictograf) atau tulisan (ideograf). Gambar mendahului tulisan karena gambar dianggap lebih bersifat langsung dan ekspresif, dengan dasar acuan alam (flora, fauna,landscape dan lain-lain). Tulisan/ aksara merupakan hasil konversi gambar, bentuk dan tata aturan komunikasinya lebih kompleks dibandingkan gambar. Belum ada yang tahu pasti sejak kapan manusia memulai menggunakan gambar sebagai media komunikasi. Manusia primitif sudah menggunakan coretan gambar di dinding gua untuk kegiatan berburu binatang. Contohnya seperti yang ditemukan di dinding gua Lascaux, Perancis.
Lambang/ aksara sebagai alat komunikasi diawali oleh bangsa Punesia (+ 1000 tahun SM), yang saat itu menggunakan bentuk 22 huruf. Kemudian disempurnakan oleh bangsa Yunani (+ 400 tahun SM) antara lain dengan mengubah 5 huruf menjadi huruf hidup. Kejayaan kerajaan Romawi di abad pertama yang berhasil menaklukkan Yunani, membawa peradaban baru dalam sejarah Barat dengan diadaptasikannya kesusasteraan, kesenian, agama, serta alfabet Latin yang dibawa dari Yunani. Pada awalnya bangsa Romawi menetapkan alfabet dari Yunani tersebut menjadi 21 huruf : A, B, C, D, E, F, G, H, I, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T, V, dan X, kemudian huruf Y dan Z ditambahkan dalam alfabet Latin untuk mengakomodasi kata yang berasal dari bahasa Yunani. Tiga huruf tambahan J, U dan W dimasukkan pada abad pertengahan sehingga jumlah keseluruhan alfabet Latin menjadi 26.
Ketika perguruan tinggi pertama kali berdiri di Eropa pada awal milenium kedua, buku menjadi sebuah tuntutan kebutuhan yang sangat tinggi. Teknologi cetak belum ditemukan pada masa itu, sehingga sebuah buku harus disalin dengan tangan. Konon untuk penyalinan sebuah buku dapat memakan waktu berbulan-bulan. Guna memenuhi tuntutan kebutuhan penyalinan berbagai buku yang semakin meningkat serta untuk mempercepat kerja para penyalin (scribes), maka lahirlah huruf Blackletter Script, berupa huruf kecil yang dibuat dengan bentuk tipis-tebal dan ramping. Efisiensi dapat terpenuhi lewat bentuk huruf ini karena ketipis-tebalannya dapat mempercepat kerja penulisan. Disamping itu, dengan keuntungan bentuk yang indah dan ramping, huruf-huruf tersebut dapat dituliskan dalam jumlah yang lebih banyak diatas satu halaman buku.

A.2 Era Cetak

Desain grafis berkembang pesat seiring dengan perkembangan sejarah peradaban manusia saat ditemukan tulisan dan mesin cetak. Pada tahun 1447, Johannes Gutenberg (1398-1468) menemukan teknologi mesin cetak yang bisa digerakkan dengan model tekanan menyerupai disain yang digunakan di Rhineland, Jerman, untuk menghasilkan anggur. Ini adalah suatu pengembangan revolusioner yang memungkinkan produksi buku secara massal dengan biaya rendah, yang menjadi bagian dari ledakan informasi pada masa kebangkitan kembali Eropa.
Tahun 1450 Guterberg bekerjasama dengan pedagang dan pemodal Johannes Fust, dibantu oleh Peter Schoffer ia mencetak “Latin Bible” atau disebut “Guterberg Bible”, “Mararin Bible” atau “42 line Bible” yang diselesaikanya pada tahun 1456. Temuan Gutenberg tersebut telah mendukung perkembangan seni ilustrasi di Jerman terutama untuk hiasan buku. Pada masa itu juga berkembang corak huruf (tipografi). Ilustrasi pada masa itu cenderung realis dan tidak banyak icon. Seniman besarnya antara lain Lucas Cranach dengan karyanya “Where of Babilon”.


Johannes Gutenberg (1398-1468)

Pada perkembangan berikutnya, Aloys Senefelder (1771-1834) menemukan teknik cetak Lithografi. Berbeda dengan mesin cetak Guterberg yang memanfaatkan tehnik cetak tinggi, teknik cetak lithografi menggunakan tehnik cetak datar yang memanfaatkan prinsip saling tolak antara air dengan minyak. Nama lithografi tersebut dari master cetak yang menggunakan media batu litho. Tehnik ini memungkinkan untuk melakukan penggambaran secara lebih leluasa dalam bentuk blok-blok serta ukuran besar, juga memungkinkan dilakukannya pemisahan warna. Sehingga masa ini mendukung pesatnya perkembangan seni poster. Masa keemasan ini disebu-sebut sebagai “The Golden Age of The Poster”.
Tokoh-tokoh seni poster tehnik lithogafi (1836-1893) antara lain Jules Cheret dengan karya besarnya “Eldorado: Penari Riang” (1898), “La Loie Fuller: Penari Fuller” (1897), “Quinquina Dubonnet” (1896), “Enu des Sirenes” (1899). Tokoh-tokoh lainya antara lain Henri de Toulouse Lautrec dan Eugene Grasset.

source : http://sjrdesgrafison.blogspot.com/

Tag : ,

Eksistensi Geng Motor yang Meresahkan

Di kota Bandung yang tercinta ini, siapa yang tidak tahu eksistensi geng motor? Sekumpulan orang-orang yang berkonvoi di malam hari menggunakan sepeda motor, kadang mereka melakukan balap liar di sekitar Monumen Perjuangan, nongkrong di jalan layang Pasupati, bahkan vandalisme dengan menuliskan nama geng motor mereka di tempat-tempat umum dan tembok-tembok di pinggir jalan menggunakan cat semprot. Belum lagi, agenda yang sekarang sedang tren di kalangan geng motor adalah melakukan tindakan anarkis terhadap geng motor lain yang bisa berimbas pada masyarakat sekitarnya. Karena eksistensi geng motor itulah, berkendara saat malam hari di jalanan kota Bandung sekarang ini sudah tidak nyaman lagi.

Kita sering membaca di media cetak ibu kota tentang keberadaan geng-geng motor ini, dari sanalah diketahui bahwa kebanyakan anggota geng masih berusia sekolah dan kuliah walaupun tak sedikit pula yang sudah bekerja. Berdasarkan survei para pemburu berita tersebut, orang-orang mau menjadi member geng motor diantaranya karena terpengaruh pergaulan, ingin disebut ‘keren’, mengisi waktu luang, bahkan ada yang ingin mendapat perlindungan dari teman segengnya. Para calon anggota geng motor ini ada yang secara suka rela menjadi bagian dari geng dan ada juga yang secara terpaksa ikut karena ancaman.

Meluasnya pengaruh geng motor ini bisa disebabkan karena solidaritas penuh yang ditawarkan bagi anggotanya. Mereka tidak segan-segan melakukan pertempuran demi teman mereka yang diganggu kelompok lain atau siapa pun, tidak peduli teman mereka di pihak yang benar atau salah. Tak heran jika perkelahian antar geng disebabkan karena saling ejek.

Dan jika mereka tidak bisa menemukan para pengganggu mereka, tak jarang mereka menumpahkan kekesalan kepada orang-orang tak bersalah. Misalkan saja, beberapa minggu lalu ada kasus penganiayaan pelajar SMP yang melibatkan dua anggota geng motor di daerah Kanayakan, Dago. Pelajar SMP yang baru pulang sekolah tersebut dianiaya hingga harus kehilangan penglihatan mata kirinya karena saat ditanya apakah dia anggota geng motor, dia menjawab bukan. Masih banyak kasus-kasus lain yang lebih besar dan brutal di kota ini, tak sedikit yang kehilangan nyawa dan hartanya karena geng motor.

Kemunculan geng motor berawal dari golongan kalangan menengah ke atas yang merasa mempunyai kekuasaan untuk berkumpul dengan teman-teman mereka dan melakukan balap liar maupun tawuran dengan geng lain. Jika mereka mendapat ‘harta rampasan perang’ mereka akan merusaknya atau membakarnya. Tapi untuk geng motor generasi sekarang ini, paradigma mereka tentang ‘rampasan perang’ dan orang yang mereka serang sudah berubah. Kebutuhan mereka akan materi semakin bertambah didukung dengan peraturan bahwa harta musuh mereka (anggota kelompok lain) boleh dirampas, telah mengubah cara berpikir anggota geng menjadi: jika mereka anggota geng musuh, mereka pantas diserang. Karena pandangan itulah mereka selalu membenarkan mencuri dan menganiaya masyarakat yang mereka anggap anggota geng musuh.

Menghadapi kenyataan ini, seharusnya pemerintah lebih aktif lagi melindungi warganya dari ancaman geng motor. Walaupun sekarang pemerintah sudah menjalankan programnya dengan patroli polisi yang mengawasi keamanan, hal tersebut tidak akan menyelesaikan masalah hingga akarnya. Ibarat menyabut rumput tapi hanya menyabut batang dan bagian akar dibiarkan. Lebih baik jika pemerintah berani mengambil keputusan untuk membubarkan geng-geng motor tanpa izin dan peraturan yang jelas, sehingga masyarakat tidak merasa khawatir lagi jika mereka akan berpergian di malam hari. Jika ada oknum-oknum geng motor yang berbuat kriminal hendaknya segera ditangkap dan diadili sesuai peraturan yang berlaku. Tapi sayangnya, kendala yang menghambat peradilan adalah usia pelaku yang masih di bawah umur. Hal tersebut tidak bisa disiasati hanya dengan mendata nama dan memberi pengarahan. Tetapi perlu ada sesuatu yang membuat si pelaku jera dan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

Selain itu, peran masyarakat juga sangat dibutuhkan, masyarakat hendaknya peduli terhadap lingkungan sekitar jika terdapat kegiatan geng motor yang mengganggu, hendaknya masyarakat segera melapor ke pihak yang berwajib. Lalu secara bersama-sama melawan anggota geng yang brutal dan mengganggu ketertiban. Mendidik anggota masyarakat lain agar tidak terlibat geng motor merupakan langkah awal dalam mencegah menyebarnya pengaruh geng motor.

Di Indonesia, kebebasan menyatakan pendapat dan berkumpul telah diatur dalam UUD Negara RI Pasal 28. Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita mempergunakan kesempatan tersebut dengan berkumpul untuk hal-hal yang berguna dan bermanfaat, bukannya berkumpul tanpa tujuan dan mengganggu masyarakat.

Stone Cycle

Stones often uses as analogy for something that difficult to change. The fact, the stones evolutions continuously. It crushed and change, buried in earth, and then appear again for start the next cycle. Stones recycling by nature and undergo many physics and chemistry process during some millions years in Lithosphere. From the formation process, acquainted with sediment stone, metamorphic stone, and frozen lava stone.The cycle starts when the top layer of Lithosphere (earth crust) decomposes, weathering, erosions, or depositions. The soil become sediment then compacted and cemented. This process called Lithification. Tectonic process brings the stone sink deeper than major fault or brings it back to the surface. The sediment stone might get 2 treatments. If the stone be heat and pressure, it is able to be metamorphic stone. But the sediments stone can be magma when it’s melting in high temperatures. There is metamorphic stone direct appear to the surface, but some metamorphic stone to be grave in the crust and melt become magma. When magma move to the earth crust, sometimes it frozen before reach the surface, bend to inside frozen lava stone (plutonic). This frozen lava stone might undergo more process. Several outside frozen lava stone is still in the lava until the eruption time and frozen at the open air. The process when the magma becomes cold is Crystallization.This frozen lava stone get heat and pressure in very long time. If the magma heated the frozen lava (from top crust), the frozen lava will melt into magma again. But the frozen lava might compacted into the metamorphic stone because high pressure from magma in the part of earth in long time.Every stones have many specialties shape and different characteristics. It caused by many factors like: kinds of magma (liquid or viscous), long period of time in the part of earth, the processing location, etc.The stones can uplift to the surface through eruption volcanoes, erosion, or human’s activity (mining). After it reach the surface, the stones may circulate again in stones cycle.

- Copyright © queenta - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -